Karotenoid adalah pigmen merah, oranye dan kuning yang
disintesisi pada kloroplas dan kromoplas makhluk hidup yang mengalami
fotosintesis seperti tanaman, bakteri dan fungi. Fungsi karotenoid pada
tanaman, bakteri dan fungi adalah untuk menyerap energi cahaya untuk keperluan
fotosintesis dan mencegah kerusakan akibat cahaya pada klorofil. Manusia dan
hewan tidak dapat memproduksi sendiri karotenoid sehingga mendapatkannya dari
makanan yang mengandung karotenoid.
Beberapa hewan mengandung karotenoid seperti crustacea dan
ikan bersirip mengandung karotenoid astasantin sehingga memiliki warna pink
pada beberapa bagian tubuhnya. Struktur kimia karotenoid terdiri atas 40 atom
karbon dan 8 isoprena . Sampai saat ini sekitar 700 jenis karotenoid telah
ditemukan dan 563 diantaranya telah diketahui strukturnya.
Dari segi struktur, karotenoid bisa dibagi menjadi dua yaitu
yang mengandung oksigen disebut santofil dan yang tidak mengandung oksigen
disebut karoten. Karotenoid ada yang berperan sebagai provitamin A dan ada yang
bukan provitamin A. Alpha- karoten, beta-karoten, and beta-kriptosantin bisa
dikonversi menjadi retinol (vitamin A) sedangkan Lutein, zeasantin, and
lycopene tidak bisa.
Sumber Karotenoid
Karotenoid dapat diperoleh dari sayuran berdaun hijau yang
mengandung banyak klorofil dan makanan yang memiliki warna alami merah, kuning
dan oranye. Contohnya adalah wortel yang merupakan sumber beta-karoten dan
tomat yang merupakan sumber lycopene.
Karotenoid Sumber
Makanan
Lycopnene Tomat
Beta-kriptosantin Buah-buahan
sitrus: jeruk, lemon
Beta-karoten Wortel,
mangga, bayam, brokoli, selada air
Lutein Sayuran
berdaun hijau
Zeasantin Sayuran
berdaun hijau, jagung, cabe oranye
Alfa-karoten Cabe,
wortel
Echinenone Organisme
laut
Capsantin Cabe
merah
Astasantin Salmon,
lobster
Cantasantin Jamur
Bioavailabilitas Karotenoid
Karotenoid diserap pada usus halus dan membutuhkan lemak
untuk memaksimalkan penyerapannya karena saat dikeluarkan dari makanan akan
dimasukan kedalam campuran misel (campuran garam empedu dan beberapa jenis
lipd/lemak). Setidaknya dibutuhkan 3-5 gram lemak untuk memastikan bahwa
karotenoid dapat diserap dengan baik. Oleh karena itu kita sering menemukan
suplemen karotenoid dalam bentuk minyak. Selain itu disarankan untuk
menambahkan minyak pada masakan, puree dan potongan makanan yang mengandung
karotenoid.
Dalam sel-sel yang melapisi usus (enterosit), karotenoid
dimasukkan ke dalam lipoprotein yang kaya trigliserida disebut kilomikron dan
dilepaskan ke dalam sirkulasi darah. Lama kelamaan Trigliserida dalam
kilomikron akan habis oleh enzim yang disebut lipoprotein lipase sehingga
terbentuk sisa-sisa kilomikron. Sisa-sisa kilomikron diambil oleh hati, di mana
karotenoid dimasukkan ke dalam lipoprotein dan disekresi kembali ke dalam
sirkulasi. Lycopene, beta-kriptosantin and beta-karoten paling mudah diserap
oleh tubuh karena konsntrasi dalam tubuh yang cukup melimpah.
Dalam usus dan hati, karotenoid provitamin A dapat dibelah
untuk menghasilkan retinal yang merupakan jenis vitamin A. Konversi karotenoid
provitamin A menjadi vitamin A dipengaruhi oleh vitamin status A individu.
Sebenarnya mekanisme mekanisme regulasi konversi tersebut belum jelas pada
manusia, namun pembelahan karotenoid provitamin A akan terhambat ketika
konsntrasi vitamin A yang tinggi.
Fungsi Karotenoid
Fungsi sebagai Vitamin A
Manfaat utama karotenoid adalah fungsi provitamin A.
beta-karoten berkontribusi sekitar 1/12 jumlah retinol, sedangkan alpha-karoten
dan beta-kriptosantin 1/24 jumlah retinol. Vitamin A sangat penting bagi
pertumbuhan dan perkembangan yang normal, sistem kekebalan tubuh dan
pengelihatan.
Kegiatan Antioksidan
Pada tumbuhan, karotenoid memiliki fungsi antioksidan
penting menonaktifkan oksigen singlet yaitu oksidator yang terbentuk selama
fotosintesis. Lycopene merupakan salah satu antioksidan yang paling efektif
dalam golongan karotenoid. Penelitian dalam tabung tes menunjukkan bahwa
karotenoid juga dapat menghambat oksidasi lemak (misalnya, peroksidasi lipid)
dalam kondisi tertentu, namun fungsi mereka pada manusia tampaknya lebih
kompleks.
Filter Cahaya
Ikatan ganda dan tunggal yang panjang pada karotenoid
memungkinkan mereka untuk menyerap cahaya. Fitur ini memiliki relevansi khusus
untuk mata, di mana lutein dan zeasantin efisien menyerap cahaya biru. Mengurangi
jumlah cahaya biru yang mencapai struktur visual yang kritis mata dapat
melindungi mata dari kerusakan oksidatif yang disebabkan cahaya.
Komunikasi Intersel
Karotenoid dapat memfasilitasi komunikasi antara sel-sel
tetangga dengan merangsang sintesis protein connexin. Connexins membentuk
pori-pori di membran sel, sehingga sel-sel dapat berkomunikasi melalui
pertukaran molekul kecil. Komunikasi intersel penting untuk menjaga sel-sel
dalam keadaan berbeda dan sering hilang dalam sel-sel kanker. Karotenoid
memfasilitasi komunikasi intersel dengan meningkatkan ekspresi gen yang
mengkode protein connexin, efek yang muncul tidak berhubungan dengan vitamin A
atau kegiatan antioksidan berbagai karotenoid.
Kegiatan Sistem Immun
Karena vitamin A sangat penting untuk fungsi sistem
kekebalan tubuh yang normal, sulit untuk menentukan apakah efek dari karotenoid
provitamin A atau fungsi lain karotenoid. Meskipun beberapa uji klinis telah
menemukan bahwa suplemen beta-karoten meningkatkan beberapa biomarker fungsi
kekebalan, namun meningkatkan asupan lycopene dan lutein tanpa aktivitas
vitamin A belum menghasilkan perbaikan serupa dalam biomarker fungsi kekebalan.
Pencegahan Berbagai Penyakit
Kanker
Beberapa penelitian epidemiologis menunjukan bahwa belum adanya
pola yang konsisten bahwa karotenoid dapat menurunkan resiko kanker. Bahkan
pada beberapa studi yang memberikan suplementasi karoteniod dosis tinggi
menunjukan bahwa karoteniod memiliki dampak yang kecil, bahkan dampak pemberian
megadosis ternyata memperparah kondisi penderita karena efek toksistas.
Penyakit kardiovaskular
Karotenoid memiliki sifat sangat larut dalam lemak dan
sangat tidak larut dalam air, karotenoid beredar di lipoprotein bersama dengan
kolesterol dan lemak lainnya. Oksidasi Low-density lipoprotein (LDL) atau lemak
jenuh memainkan peran dalam perkembangan aterosklerosis sehingga mendorong para
ilmuan untuk menyelidiki peran senyawa antioksidan seperti karotenoid dalam
pencegahan penyakit kardiovaskular. Hasil beberapa studi prospektif menunjukkan
bahwa orang dengan asupan tinggi buah-buahan dan sayuran yang kaya karotenoid
berisiko lebih rendah terhadap penyakit kardiovaskular seperti penurunan
ketebalan intima media yang berhubungan dengan menurunnya resiko
aterosklerosis. Namun, masih belum jelas apakah efek ini adalah hasil dari
karotenoid atau faktor lain yang berhubungan dengan diet tinggi buah-buahan dan
sayuran yang kaya karotenoid.
Age-Related Macular Degeneration (AMD) dan Katarak
Degenerasi pusat retina mata atau makula adalah penyebab
utama kebutaan pada orang dewasa akhir. Tidak seperti katarak, di mana lensa
yang sakit bisa diganti, tidak ada obat untuk yang berkaitan dengan AMD. Oleh
karena itu, upaya-upaya yang ditujukan untuk pencegahan penyakit atau menunda
perkembangan AMD yaitu dengan memberikan asupan antioksidan. Di sisi lain,
sinar ultraviolet dan oksidan dapat merusak protein di lensa mata, menyebabkan
perubahan struktural yang mengakibatkan pembentukan kekeruhan dikenal sebagai
katarak. Seiring bertambahnya usia, kerusakan kumulatif terhadap protein lensa
sering mengakibatkan katarak yang cukup besar yang mengganggu penglihatan.
Satu-satunya karotenoid yang ditemukan di retina adalah
lutein dan zeasantin. Lutein dan zeasantin terdapat dalam konsentrasi tinggi di
makula berfungsi meredam cahaya biru. Dengan mencegah sejumlah besar cahaya
biru masuk ke mata dan mencapai struktur dasar yang terlibat dalam
pengelihatan, lutein dan zeaxanthin dapat melindungi terhadap kerusakan
oksidatif yang disebabkan cahaya, yang diduga berperan dalam patologi
degenerasi makula terkait usia atau AMD. Sampai saat ini, bukti-bukti ilmiah
yang menunjukkan bahwa konsumsi lutein dan zeasantin setidaknya 6 mg/ hari dari
buah-buahan dan sayuran dapat menurunkan risiko yang berkaitan dengan
degenerasi makula terkait usia.
Incoming search terms:
karotenoid adalah
manfaat karotenoid dlm wortel
pengertian karotenoid
karotenoid
pengertian lutein
perbedaan karoten dengan karotenoid
pigmen karotenoid adalah
pengertian carotein
senyawa karotenoid
manfaat carotenoi
No comments:
Post a Comment